THR Turun, Tingkatkan Biaya Iklan!

THR Turun, Tingkatkan Biaya Iklan!

Momen yang sangat ditunggu-tunggu menjelang lebaran, salah satunya THR (Tunjangan Hari Raya). Karyawan swasta sampai ASN (Aparatur Sipil Negara) sungguh sangat merindukan datangnya THR.

Walaupun untuk ASN kemarin sempat terjadi polemik, karena presiden mengumumkan THR, ternyata kepala daerah yang suruh bayar pakai dana APBD. Beberapa daerah tampaknya aman-aman saja, tapi beberapa lagi memprotes kebijakan ini, karena mereka tidak bisa main geser anggaran tanpa persetujuan DPRD. Tapi sudah lah itu urusan pemerintah, intinya sebagaian besar dana THR akan cair.

Kadang terbersit juga rasa iri, kok saya nggak ada yang ngasih THR?

Untungnya saya kalau ngiri nggak lama-lama, karena terus berusaha nganan. Karena dipikir-pikir ngiri itu nggak ada untungnya, jadi mendingan segera nganan hehehe…

Sambil berdo’a ” Ya Allah… aku ikhlas mereka dapat THR sedangkan aku nggak dapet, tapi aku mohon ya Allah…. uang THR mereka dipakai untuk belanja online barang-barang yang kujual”. Nah.. itu kalau do’anya pedagang online. Beda lagi kalau do’anya jomblo, paling banter “Ya Allah, semoga nanti lebarang nggak ada yang nanya KAPAN NIKAH?”…

Do’a tanpa ikhtiar itu namanya ngakali Allah, maka ikhtiarnya juga harus ditingkatkan. Kenapa kok saya agak konsen dana THR? karena kalau melihat angka THR yang dikeluarkan pemerintah untuk ASN dan pensiunan saja senilai IDRĀ 17,88 triliun. Angkanya lumayan besar, belum lagi kalau kita menghitung THR yang didapat oleh karyawan swasta, wah… banyak banget deh…

Pertanyaanya,
KEMANAKAH LARINYA UANG THR ITU?

Kalau denger-denger sih, sebagian besar untuk bayar hutang, lalu sisanya untuk belanja lebaran. Belum ada kedengeran yang uang THR nya mau dipakai investasi, sejauh ini sih… masih jauh dari itu. Artinya kalau uang THR ini larinya ke konsumsi, tinggal pinter-pinteran kita berebut dapetin aliran itu ke lapak kita. Kan gitu….

Salah satu caranya, kencengin iklanya, tambah biaya iklan. Ibarat mau nangkep ikan banyak harus siapin jala yang lebih lebar. Wes lah.. kalo pedagang sudah nggak perlu diajari seperti – seperti ini, instingnya sudah main otomatis. Dimana ada gula, disitu semutnya ngumpul.

Jangan lupa, saat lebaran itu uang angpau juga bertebaran, anak-anak kecil jadi meningkat daya belinya. Kalau mau minta mainan, bahasanya sudah beda. Biasanya “Ma.. aku minta mainan yang itu boleh apa nggak?”. Sekarang beda, “Ma…Aku mau beli mainan itu ya, uangnya aku punya sendiri”, otomatis mamanya nggak bisa nolak lagi.

Ini juga peluang yang mesti bisa ditangkap dengan baik, tinggal muter otak aja gimana caranya…

Intinya lebaran ini uang bertebaran, tinggal kita bisa ambil apa nggak… sudah lah itu aja dulu, yang penting sudah sadar kalau ada uang bertebaran disekitar kita.

Salam Hangat….

Copyright 2018 www.iwanpro.com